Feri Dumai Ekpres karam

Sebagian besar penumpang Dumai Ekpres 10 berhasil diselamatkan
Sebagian besar penumpang Dumai Ekpres 10 berhasil diselamatkan

Satu kapal feri bermuatan lebih dari 200 penumpang tenggelam di laut yang berombak kuat, di Perairan Karimun, Kepulauan Riau.

Polisi Air Polda Kepulauan Riau mengatakan sejauh ini 180 penumpang kapal Dumai Ekspress 10 yang karam ditemukan selamat,
sementara 15 lainnya tewas dan beberapa orang lain masih hilang.

Pencarian sudah dihentikan untuk hari Minggu karena sudah larut malam dan gelombang laut yang tinggi.

Sementara jumlah orang yang selamat juga tampaknya masih simpang siur dan masih belum diketahui berapa banyak penumpang yang
masih hilang.

Diperkirakan data di manifest perjalanan kapal berbeda dengan jumlah penumpang yang ada.

“Kapasitas yang saya terima adalah 273 orang. Sekarang kita sedang mengecek, karena bisa jadi antara manifest dengan realita
di lapangan berbeda.” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo dalam keterangan pers minggu sore.

“Kalau memang jumlahnya melebihi kapasitas yang ada, ada dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama jajaran saya di bawah tidak melakukan tugas seperti semestinya. Kemungkinan kedua ya memang manifest
dengan jumlah penumpang berbeda,” kata Sunaryo.

Sebab kecelakaan belum diketahui

Dirjen Perhubungan Laut sejauh ini masih belum mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Fokus utama hari Minggu adalah pencarian para korban hilang.

Selain Dumai ekspres 10, kapal penumpang lainnya yaitu Dumai Ekpres 15 kandas, tetapi seluruh korban yang berjumlah 278 orang
selamat.

“Kapal Dumai Ekpres 15 ini kandas, karena nyangkut di batu-batu karang, di tengah laut karena airnya surut di sekitar perairan
Moro, masih di kepulauan Riau.” Direktur Polisi Air Polda Kepulauan Riau AKBP Yasin Kosasih.

Departemen Perhubungan laut juga akan mengecek ulang, apakah peringatan perjalanan kepada kapal laut sudah diberikan atau
belum, menyusul perkiraan , Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang menyebutkan cuaca buruk dan gelombang tinggi
akan terjadi dari 22-26 November di perairan Indonesia.

 

Source link