Gempa Sulteng, ACT Dirikan Information Center

ACT akan memberikan informasi akurat berdasarkan pantauan riil dari lapangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mendirikan information center dan media center terkait gempa bumi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah di sejumlah titik lokasi. Vice President of Communication ACT, Iqbal Setyarso, mengatakan hal tersebut dilakukan guna memberikan informasi yang valid bagi masyarakat.

“Insyaallah, media centre akan didirikan di Palu, Jakarta, dan Makasar. Sementara information center akan diinisiasi di Bandara Makasar, Bandara Surabaya, Bandara Gorontalo, dan di sejumlah lokasi strategis atau bandara lain yang menghubungkan publik dengan Palu. Termasuk di Jakarta,” kata Iqbal di Kantor ACT Pusat, Jakarta Selatan, Senin (1/10).

Menurut dia, ACT akan memberikan informasi akurat berdasarkan pantauan riil dari relawan di lapangan. Ia menjelaskan, nantinya seluruh data terbaru akan dipublikasikan kepada masyarakat melalui information centre.

Selain itu, para wartawan bisa memanfaatkan media centre untuk mengakses informasi termasuk foto dan video terkait gempa di Donggala dan Palu. Awak media pun bisa menggunakan fasilitas karena ACT akan menyediakan jaringan komunikasi menggunakan satelit.

Media center ini ada video dan dokumentasi visual yang kami siapkan. Kami bisa berbagi di tempat komunikasi baik itu informasi tercetak maupun bukti seperti foto dan video,” jelas Iqbal.

Iqbal menambahkan, tujuan didirikannya media center sebagai sarana menangkal berita hoaks yang terjadi pascagempa. Menurut dia, hal itu bisa membuat panik para korban yang berada disana maupun masyarakat umum.

“Pembuat informasi yang salah ini sepertinya menginkan suasana yang tidak tentram sehingga sebaran informasi yang hanya membuat panik, menyebabkan instabilitas,” kata dia.

Iqbal berharap, media center dapat membantu tugas awak media untuk memberikan informasi yang akurat. Ia juga mengimbau para pihak dapat melakukan pengecekan kebenaran terhadap informasi yang didapatkan terkait gempa.

“Diimbau siapapun pihak yang mendapatkan informasi yang meragukan, bisa konfirmasi ke kami maupun ke pekerja kemanusiaan lainnya,” tambah Iqbal.



Source link