Korban tambang Cina bertambah

Banyak tambang batu bara di Cina kadang mengabaikan faktor keamanan
Banyak tambang batu bara di Cina kadang mengabaikan faktor keamanan

Sedikitnya 87 orang tewas dalam kecelakaan di tambang batu bara terburuk di Cina dalam dua tahun terakhir.

Menurut laporan media lokal Cina, masih ada 21 penambang lain yang belum diketahui nasibnya setelah ledakan di tambang Xinxing
di kota Hegang di propinsi
Heilongjiang.

Angka korban ini naik dua kali lipat dari sebelumnya yang berjumlah 42 orang tewas.

Menurut kantor berita Xinhua, 528 pekerja sedang berada di dalam tambang bawah tanah tersebut ketika terjadi ledakan hari
Sabtu dinihari.

Wakil Perdana Menteri Cina, Zhang Dejiang, telah mengunjungi lokasi kejadian guna memimpin upaya penyelamatan di tambang resmi
milik pemerintah ini.

Menurut Xinhua, Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao juga berkomunikasi dengan petugas penyelamat.

Banyak kondisi pertambangan di Cina berbahaya.

Pemerintah pusat sudah berusaha keras untuk meningkatkan keamanan, namun peraturan yang ada sering diabaikan dengan pemiliknya
berusaha mengeruk keuntungan sebesar mungkin.

Ledakan di tambang ini, di daerah perbatasan dengan Rusia, terjadi pukul 02.30 Sabtu dinihari. Lebih dari 400 orang berhasil
menyelamatkan diri.

Sebagian besar yang terluka sekarang dirawat di rumah sakit Hegang, dimana 800 karyawan rumah sakit tersebut sekarang ikut
dalam operasi bantuan.

Seorang petugas penyelamat Zhang Fucheng yang dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan usaha pencarian terhadap 21 penambang
yang masih terjebak, mengalami kesulitan karena gas yang menyelimuti tambang serta terowongan yang ambruk.

Namun juru bicara perusahaan tambang itu, San Jingguang mengatakan dia yakin para penambang ini masih hidup dan menyelamatkan
mereka merupakan prioritas pertama.

Ledakan gas

Menurut wartawan BBC Michael Bristow di Beijing, sebab ledakan diperkirakan karena tingginya tekanan gas di dalam tambang
tersebut.

Salah seorang pekerja yang selama, Wang Xingang mengatakan ledakan itu membuat dia langsung pingsan.

“Ketika saya sadar, saya menyelamatkan diri mencari jalan dalam kegelapan,” kata Wang seperti dikutip Xinhua.

Tambang ini dioperasikan oleh perusahaan milik negara Heilongjiang Longmei dan memiliki kapasitas 1.45 juta ton setiap tahunnnya.

Menurut wartawan BBC, pihak berwenang tampaknya akan kawatir karena kecelakaan ini terjadi di tambak milik pemerintah.

Kecelakan biasanya terjadi di tambang-tambang kecil milik swasta dimana masalah keamanan tidak mendapatkan banyak perhatian.

 

Source link