Malaysia ingin jadi pusat baju Muslim

Malaysia mencoba menempatkan diri sebagai ibukota fashion untuk baju-baju Muslim, kata wartawan BBC Jennifer Pak di Kuala
Lumpur.

Pesan itu disampaikan oleh sejumlah kalangan yang menyelenggarakan festival fashion baju Muslim di Kuala Lumpur.

5ea3e7590d674d9be4582cc6f6c8e86070157686 - Malaysia ingin jadi pusat baju Muslim
8b0d0581965e225d74db1d111312ac3c0d5eb258 - Malaysia ingin jadi pusat baju Muslim
Salah satu rancangan Tom Abang Saufi

Perancang baju Malaysia Tom Abang Saufi mengatakan banyak warga non Muslim yang juga memakai baju dengan model tunik.

Seseorang bisa tetap modis dengan menggunakan baju Muslim, katanya.

Model baju Muslim beragam dari satu perancang ke perancang lainnya.

Rancangan nona Tom Abang mencakup berbagai warna tunik yang terbuat dari sutera.

“Yang saya rancang tidak hanya baju dengan warga hitam,” katanya.

“Baju Muslim dapat mempercantik seseorang dan bukan sekedar memakai baju Muslim,” katanya.

Minggu fashion Malaysia

Festival fashion Muslim itu adalah bagian dari minggu fashion internasional Malaysia.

Festival ini akan menampilkan wanita Muslim yang memakai berbagai model baju Muslim lengkap dengan jilbab, kata ketua festival
ini Raja Rezza Shah,

Raja Rezza mengatakan ia membentuk festival ini tahun 2006 sebagai cara mengangkat model baju Muslim.

5ea3e7590d674d9be4582cc6f6c8e86070157686 - Malaysia ingin jadi pusat baju Muslim
faf8084c0b424bcf1ba7990b0bf7f9988c48471e - Malaysia ingin jadi pusat baju Muslim
Tidak ada pembatasan dalam rancangan baju Muslim, kata Tom Abang Saufi

Sejak itu, lebih dari 200 perancang dari seluruh dunia ikut serta, setengah dari mereka non-Muslim, kata Rezza.

“Saya bangga dengan itu, dan paling tidak kami telah membuktikan bahwa aktifitas terkait Islam bukanlah satu panggung yang
membuat takut warga non-Muslim.

Dalam tiga tahun terakhir, Rezza telah melakukan sejumlah acara di Jakarta dan Dubai. Mereka akan melakukan acara yang sama
di Monte Carlo bulan Agustus.

Rezza melihat potensi besar dalam dunia fashion baju Muslim, dengan Kuala Lumpur sebagai pusatnya.

Peluang berkreasi

Nama besar fashion di Eropa seperti Christian Dior telah mencoba masuk ke pasar baju Muslim tahun ini dengan rancangan abaya,
baju panjang hitam yang sering digunakan di Timur Tengah.

Rezza mengatakan Malaysia, dengan penduduk etnis Melayu, Cina dan India cocok menjadi pusat baju Muslim karena pemakaian baju
Muslim tidak seketat seperti di Timur Tengah.

“Saya memiliki peluang untuk berkreasi,” katanya.

Rezza mengatakan festival fashion itu akan menampilkan baju dengan panjang beragam.

Ia juga mengatakan ingin menampilkan bahwa wanita Muslim menggunakan baju yang berbeda di sejumlah negara.

Sejak festival dimulai, Rezza mengatakan sejumlah butik di Kuala Lumpur yang menjual baju Muslim mulai banyak.

5ea3e7590d674d9be4582cc6f6c8e86070157686 - Malaysia ingin jadi pusat baju Muslim
9c18c2e804b2fb31441efc8f14988b7fd1b3dd67 - Malaysia ingin jadi pusat baju Muslim
Salah satu rancangan baju renang Nuraini Mohhamed

Perancang lain, Nuraini Mohhamed Ariffin mengatakan ia memulai usahanya karena pada awalnya ia kesulitan untuk kolam renang
umum tanpa busana yang layak.

Dengan dorongan suaminya, perancang berusia 37 tahun ini, mencoba merancang baju renang yang terdiri dari empat bagian: jilbab
sampai ke bahu, topi berenang, baju tanpa lengan, dan baju tunik.

Nuraini membentuk perusahaannya, Active Attire, lima tahun lalu.

Sejak itu, saingan bermunculan dengan perancang dari Indonesia, Spanyol dan Autralia.

Namun Nuraini mengatakan ia tidak kawatir karena persaingan itu suatu saat baju renang Muslim dapat diterima secara internasional.

 

Source link