Menkeu jawab soal Bank Century

Sri Mulyani
Menkeu : penanganan Bank Century sudah tepat

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab sejumlah isu terkait dengan langkah pemerintah menyelamatkan Bank Century.

Sri Mulyani dalam keterangan pers di gedung Departemen Keuangan di Jakarta memberikan tanggapan atas hasil audit investigasi
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait bailout Bank Century.

Dalam penjelasannya Sri Mulyani kembali mengatakan pemerintah menyelamatkan Bank Century karena dikhawatirkan akan berdampak
sistemik bagi perbankan nasional.

“kondisi saat itu pada November 2008, terjadi krisis keuangan global, maka penutupan Bank Century sesuai dengan akal sehat
bisa menimbulkan efek berantai.”

Menurut Sri Mulyani, penutupan Bank Century juga bisa menyebabkan rush atau kehilangan kepercayaan nasabah atas perbankan
nasional ”akan terjadi rush atau antrian bukan hanya pada Bank Century, tapi juga bank-bank lain, ada 23 bank lain dan sejumlah
BPR yang punya masalah sama dengan Bank Century”.

Pengalaman Indonesia yang pernah terkena krisis yang sama pada tahun 1997 juga menjadi pertimbangan pemerintah untuk menyelamatkan
Bank Century.

Sejumlah indikator

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyebut sejumlah indikator yang menjadi acuan Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KKSK)
yang saat itu diketuai oleh Sri Mulyani dalam mengambil keputusan.

Sri Mulyani mengatakan, pihaknya memperhatikan secara detil perkembangan terkait kondisi makro ekonomi dunia saat itu.

Pasar keuangan mengalami tekanan kuat akibat ambruknya lembaga keuangan internasional seperti Lehman Brothers dan AIG.

“Kondisi makro saat bulan-bulan terakhir 2008 mengalami tekanan serta ada gangguan sistem perbankan dan keuangan yang diperkirakan
memiliki potensi riil menciptakan perburukan situasi dan dapat berpotensi menciptakan instabilitas,” katanya.

Beberapa latar belakang yang mendasari penyelamatan Bank Century adalah:

Pertama adalah tekanan yang kuat dari pasar keuangan akibat jatuhnya lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Lehman
Brothers, AIG, dan lainnya.

Saat itu menurut Sri Mulyani Bursa Efek Indonesia anjlok hingga 50%

“Pasar modal dunia mengalami tekanan yang terlihat dari indeks saham. IHSG pada Januari 2008 mencapai 2830, tapi pada November
turun menjadi 1155, penurunannya lebih dari 50%. Dan kita melakukan suspensi pasar modal beberapa kali” kata Mulyani.

Pada saat itu nilai cadangan devisa dalam waktu 3 bulan turun dari US$ 59,45 miliar menjadi US$ 51,64 miliar.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga terdepresiasi dalam dari Rp9.800 per dolar AS di Januari menjadi Rp 12.100 per dolar AS.

Sri Mulyani juga mengatakan kebijakan terhadap Bank Century sudah tepat dengan langkah yang terukur sesuai dengan azas perundangan,
kewenangan dalam menentukan kebijakan dan keputusan, serta memiliki azas yang bermanfaat dan bertanggung jawab.

 

Source link