Penghematan APBN, Kemenhub tawarkan proyek KA Sumsel dan Kaltim ke swasta

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Perhubungan akan menawaran proyek kereta api (KA) di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim) kepada swasta, seiring gencarnya program penghematan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN).

“KA Sumatera Selatan dan Kalimatan Timur akan kami serahkan ke swasta juga,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat.

Budi mengatakan skema kerja samanya adalah kerja sama pemerintah-swasta (KSP).

Ia menambahkan sejumlah investor swasta, termasuk asing, di dalamnya sudah ada beberapa yang menyatakan minat.

“Swasta nasional banyak, ada sebagian dari asing,” katanya.

Di Sumsel juga saat ini sudah dioperasikan kereta rel ringan (LRT) yang menjadi moda pendukung dalam perhelatan Asian Games 2018.

Stasiun LRT Palembang akan ditambah menjadi 12 stasiun Oktober mendatang dan tarif yang dikenakan masih Rp5.000.

Budi menambahkan selain dua proyek tersebut, konsentrasi Kemenhub juga saat ini adalah rencana reaktivasi jalur KA Jawa Barat.

“Untuk tahun ini kami juga konsentrasi di reaktivasi jalur KA Jawa Barat,” ujarnya.

Dia menyebutkan untuk investasi akan melibatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan memberikan konsesi selama 20-30 tahun.

Rencananya, ada empat jalur KA di Jawa Barat yang akan direaktivasi, yakni Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Proyek KA lainnya yang akan dikerjasamakan dengan swasta, yaitu Makassar Pare-pare yang sudah dilirik oleh investor Korea Selatan.

Alokasi anggaran untuk KA merupakan yang paling besar, yaitu Rp15,242 triliun dari pagu anggaran Kemenhub 2019, yaitu Rp41,55 triliun.

Baca juga: 13 proyek kereta api siap beroperasi tahun ini

Baca juga: Kemenhub: proyek perkeretaapian strategis dipantau langsung Presiden

 

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018



Source link