Pengiriman Ulama ke Luar Negeri Jadikan RI Pusat Pemikiran

Ulama akan menyebarkan pemikiran keislaman Indonesia ke seluruh dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PP Muhammadiyah berharap program pengiriman ulama dan ustaz ke luar negeri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dapat menjadikan Indonesia menjadi pusat pengembangan dan pemikiran Islam dunia. PP Muhammadiyah sangat mendukung program tersebut.

“Diharapkan Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan dan pemikiran Islam dunia,” kata pimpinan PP Muhammadiyah Anwar Abbas kepada Republika.co.id, Rabu (26/9).

Menurut dia, program tersebut sejalan dengan gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Wusuf Kalla (JK) dengan mendirikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Selain itu, ia beranggapan, gagasan Ridwan Kamil tersebut juga serupa dengan program pengiriman mahasiswa Indonesia belajar ke Timur Tengah.

“Menarik ini. Jadi kita mencetak dai dan daiyah yang akan mengajarkan Islam ke dunia, terutama pemikiran keislaman yang ada di Indonesia ke seluruh dunia, bagus sekali,” ujar Anwar.

Selama ini, ia mengatakan Muhammadiyah selalu mencoba mengembangkan pemikiran Islam Indonesia ke dunia luar. Salah satu caranya, yakni memberikan beasiswa pada mahasiswa luar negeri belajar ke Indonesia, seperti dari Cina, Kamboja, Thailand, dan Afrika. Dengan demikian, ketika mahasiswa itu kembali ke negaranya, bisa menjelaskan bagaimana Islam Indonesia.

Ia mengusulkan program yang dilakukan Ridwan Kamil bisa dicontoh daerah lain. Namun, menggunakan bahasa internasional selain bahasa Inggris yang sudah dilakukan Jawa Barat.

“Menurut saya kenapa tak pakai bahasa Prancis, Cina, Rusia. Semoga ada lagi gubernur yang melakukan hal sama,” kata Anwar.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dalam waktu dekat akan meluncurkan program pelatihan bahasa Inggris bagi ulama dan ustaz di Jabar. Menurutnya, setelah menguasai bahasa Inggris, mereka akan dikirim ke beberapa negara di Eropa dan Amerika untuk berdakwah.

Baca juga: Emil Ingin Kirim Ulama ke Spanyol, Syaratnya Cuma Satu



Source link