Sandiaga berharap industri batik terus berkembang

Jakarta (ANTARA News) – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, pada Hari Batik Nasional mengharapkan industri batik di Indonesia terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan.
   
“Sekarang hari Batik. saya ingin industri batik berkembang, kemarin di Pekalongan industri batik itu membuka lapangan kerja, kita harus dorong dan harus bangga,” kata Sandiaga di Sentra UMKM Batik Nasional Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa.
     
Saat mengunjungi Thamrin City, Cawapres pasangan Calon Presiden RI, Prabowo Subianto tersebut menggunakan baju batik dengan dominan warna biru warna biru ada corak parang dan lengan pendek.
     
Dia mengatakan baju batik yang  dipakainya dari Prabowo dan diantar langsung oleh putra Prabowo, Didit. Batik tersebut dibeli oleh Prabowo dari sentra batik dari Jawa Tengah.
     
Meskipun harga baju batik yang digunakannya tidak terlalu mahal, tapi cawapres yang diusung oleh partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat, bangga dan mengajak semua masyarakat menggunakan batik.
     
“Justru zaman now, milenial harus pakai batik yang kekinian, tadi ketemu perajin batik Solo, Sragen, Cirebon, tantangannya itu bagaimana menciptakan batik yang milenial yang tidak terlalu jauh dengan pakem-pakem yang nyambung dengan kaum milenial,” kata Sandiaga.
     
Industri batik ada keluhan karena barang-barang komponennya masih banyak diimpor.  Dari kainnya juga pencelupnya, jadi kita harus bangun industri subtitusi impor, itu membuka lapangan kerja juga dan harus menggalang bahwa batik  bisa untuk tujuan ekspor.  
     
“Banyak pasar di luar negeri mencintai batik, maka selayaknya pemerintah mendorong ekspor batik kita.  Jadk bayangkan kalo China dengan 1,2 miliar penduduknya, ada 10 persen pakai batik, itu 120 juta penduduknya tambah 260 juta penduduk Indonesia, ini menjadi pasar batik yang menarik jadi selayaknya saya, Prabowo, Jokowi,  KH Ma’ruf jadi duta – duta batik,” kata Sandiaga.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018



Source link