Asian Games 2018 Atlet Ingin Tahu Gaji Atlet Asian Games Berikut Gaji Atlet Ada beberapa cabor dan atlet andalan Indonesia di Asian

KBRN, Jakarta : Kementrian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan Lomba video Pesona Asian Games, dalam rangka menggaungkan semarak pelaksanaan pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games, yang akan diselenggarakan dalam hitungan 36 hari lagi.Tidak tanggung-tanggung, Kemenpar menggandeng salah satu pekerja kreatif tanah air, Raditya Dika, yang dilibatkan sebagai salah satu juri utama.Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Raditya Dika adalah sosok influencer selalu memilki cara unik dalam menyampaikan pesan melalui sajian konten video yang menarik.“Saya yakin, saat ini, siapa yang tidak kenal dengan Raditya Dika? Sebagai seorang stand up comedian, aktor, sutradara dan influencer, Dika selalu mempunyai cara unik dalam menyampaikan suatu pesan dalam konten video yang menarik. Kali ini, secara khusus, kami sengaja menggandeng Dika untuk bekerja bersama Pemerintah, menggaungkan semarak Asian Games”, ungkap Menpar, Arief Yahya, Sabtu (14/7/2018)..Untuk mengikuti Lomba Video Pesona Asian Games ini, Kemenpar mengajak generasi muda Indonesia untuk membuat video se-kreatif mungkin dengan tema besar Asian Games 2018. Video tersebut bisa diterjemahkan dalam beberapa genre, seperti komedi, drama, musikal, dll, dengan total durasi video minimal satu menit dan maksimal tiga menit.Setelah video selesai diproduksi, peserta lomba harus mengunggah video di dua akun sosial media mereka masing-masing, yakni ke Facebook dan Youtube dengan menggunakan 5 tagar (hashtag) utama, yakni #PesonaAsianGames2018 #PesonaVideoAG2018 #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #Genpi.Selain itu, setelah mengunggah video ke Instagram masing-masing, peserta lomba juga diwajibkan mengikuti (follow) akun instagram @kemenpar, @pesonaid_travel, dan @GenPI.co. Hasil video masing-masing peserta harus dikirimkan melalui email ke [email protected] dengan mengisi kolom subyek: “Lomba Video #PesonaAsianGames2018” dan mencantumkan akun medsos peserta lomba.Menpar menambahkan tidak adanya batasan bagi peserta untuk mengirimkan konten dengan jumlah lebih dari satu video. Satu persyaratan penting yang disampaikan bahwa video yang dikirimkan harus bebas dari unsur politik, hoax, dan SARA. Kompetisi ini akan dimulai sejak tanggal 16 Juli hingga 2 September 2018, dengan masa penjurian yang akan dimulai pada tanggal 3-9 September 2018 dan pemenang akan diumumkan pada 10 September 2018.Kompetisi video Pesona Asian Games 2018 ini menawarkan total hadiah ratusan juta rupiah. Tiga pemenang dari 10 video terbaik akan mendapatkan paket wisata liburan mewah ke salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas, Labuan Bajo dengan rincian hadiah, juara I Rp 50 Juta, juara II Rp 30 Juta, juara III Rp 20 Juta, dan juara favorit Rp 10 juta.Selain menggelar Lomba Video Pesona Asian Games 2018, Kemenpar juga menggelar Lomba Voting Atlet Favorit – Fans Games, dengan tujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia memberikan dukungan kepada para atlet yang akan berlaga di Asian Games sekaligus mempromosikan destinasi pariwisata unggulan di Indonesia. Untuk mengikuti lomba voting Fans Games sangat sederhana, peserta hanya diminta untuk memilih 1 foto atlet pria dan 1 foto atlet wanita dari 100 foto atlet Indonesia yang ditampilkan di Facebook Genpi melalui tautan http://genpi.co/vote/asiangames. Voting tersebut akan menghasilkan 20 nominator, 10 atlet pria favorit dan 10 atlet wanita favorit. 20 nama tersebut akan kembali dipilih untuk menetapkan empat atlet favorit, dua atlet pria terfavorit dan dua atlet wanita terfavorit. Keempat atlet terfavorit tersebut nantinya akan mendapatkan hadiah paket wisata liburan ke Labuan Bajo dan uang tunai Rp 10 juta untuk masing-masing pemenang. Bagi 50 peserta lomba voting yang beruntung akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp 500 ribu melalui undian di akhir penghitungan. Selain itu, Kemenpar juga akan menggelar kuis mingguan dengan hadiah uang tunai senilai Rp 25 juta.“Dua jenis kegiatan ini adalah bentuk partisipasi Kementerian Pariwisata untuk “mendemamkan” Asian Games 2018 kepada seluruh masyarakat Indonesia. Mari bersama dukung, ramaikan, dan sukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018”, tutup Menpar. (Ril/TYS/Evie).

KBRN, Cirebon : Kapolres Cirebon Kota Akbp Roland Ronaldy meminta pihak hotel yang menjadi tempat penginapan para atlet Asian Games 18, menyediakan tempat untuk pendirian Police Corner. Fasilitas layanan keamanan itu merupakan salah satu terobosan baru Polres Cirebon kota untuk memudahkan para atelt dan official Asian games 18 dari 45 negara, jika akan menyampaikan aduan maupun keluhan dibidang keamanan.“Kami akan menempatkan petugas Polisi yang mampu berbahasa Inggris untuk melayani para atlet dan official Asian Games,” ungkap Akbp Roland didepan peserta Rapat Koordinasi lintas sektoral Operasi Among Raga Lodaya 2018 dalam rangka pengamanan Asian Games di hotel Aston Cirebon, Kamis (12/7/2018).Disebutkan, di police corner atau pojok polisi itu juga disiapkan administrasi Kepolisian yang biasanya disedikan di kantor Polres, berupa blangko bilingual atau dalam dua bahasa indonesia dan inggris.“Kami minta kerjasamanya pihak hotel untuk menyediakan tempat untuk Police Corner, yang posisinya terbuka didepan, sehingga mudah dilihat para atlet. Pada saat mereka adukan gangguan keamanan, mereka akan mudah temui kami,” jelasnya.Polres Cirebon Kota juga melakukan koordinasi berbagai pihak untuk penyiapan system pengamanan dan pengawalan para atlet Asian Games dari tempat penginapan di Cirebon menuju Kabupaten Majalengka sebagai Venue cabang olahraga Dayung kelas Kano.Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon Atang Hasan mengatakan, pihaknya siap mendukung kelancaran dan keamanan Asian Games 18 di Cirebon untuk rekayasa lalulintas serta pengaturan parkir kendaraan yang akan membawa para atlet dan official dari 45 negara.“Sejauh ini, belum ada informasi pasti jumlah atlet dan ofisial peserta Asian Games 18 yang akan menuju Cirebon,” imbuh Atang. (Ciptati H/Evie).

KBRN, Jakarta: Kesuksesan penyelenggaraan meraih prestasi yang membanggakan menjadi tujuan lain dari perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Sepak terjang atlet Merah Putih sewaktu Asian Games 1962 di Jakarta memiliki semangat yang luar biasa, karena Tan Joe Hok, M. Sarengat dan kawan-kawan mampu menempati posisi kedua, setelah kontingen Jepang dengan meraih 21 emas, 26 perak dan 20 perunggu. Hal itu pun disikapi dengan realistis oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan pihak lain, terkait mendukung prestasi atlet dan target prestasi tersebut yang masuk dengan asumsi medali emas, sebanyak 16 hingga 20 medali.Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi memandang hal tersebut sebagai cita-cita. Oleh karena itu, persiapan kerap dilakukan dengan penuh tanggung jawab, seperti memberikan pemusatan latihan di dalam negeri maupun di luar negeri, demi menambah wawasan setiap pelatih maupun atlet, serta bisa merancang segala macam strategi maupun formula lain yang akan dijadikan senjata dalam menghadapi lawan dari negara lain. Target emas menjadi utama dalam ajang ini. Selain itu menurutnya, persiapan fisik juga dilakukan demi kebugaran atlet yang ada, sehingga rasa lelah dan tidak fokus ketika menjalani pertandingan karena faktor tubuh tentu sangat disayangkan.“Sekarang, para atlet sedang melakukan pemusatan latihan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Ada juga yang menyiapkan diri untuk Kejuaraan Asia maupun dunia dan kita harapkan big formulanya betul-betul berada, pada tanggal 18 Agustus atau lima hari sebelumnya, sehingga mereka betul-betul sudah siap tanding di Asian Games. Persiapan fisik, teknik strategi semua sudah dilakukan para atlet pelatih dan seluruh cabang olahraga, tinggal sekarang, bagaimana doa dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia terutama atlet yang berasal dari daerah masing-masing,” katanya dalam Forum Merdeka Barat 9 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Kamis (12/7/2018).Ajang Asian Games memang memberikan perhatian tersendiri terlebih pada tahun 1962, tepatnya Asian Games yang keempat diselenggarakan di Jakarta dan kini kembali diadakan di tanah air, tentu memberikan nilai tersendiri bagi Indonesia. Totalitas yang diberikan penuh untuk kemenangan besar-besaran selagi di rumah sendiri menjadi alasan yang sangat kuat untuk memberikan anggaran besar bagi setiap atlet yang berlaga di berbagai cabang olahraga, mulai dari pembinaan, pendidikan, pelatihan hingga nanti bermacam-mcam bonus yang akan menjadi bentuk jaminan materi dari Pemerintah bagi para atlet demi mengharumkan nama Merah Putih yang akan dimulai sebulan lagi. (ICP/Evie).

KBRN, Jakarta: Sprinter Indonesia, Lalu Muhamad Zohri memetik modal berharga jelang Asian Games 2018. Dia menjadi juara Kejuaraan Dunia Atletik (IAAF) U-20. Dia menjadi yang tercepat di nomor 100 meter pada kejuaraan Dunia Atletik di Tampere, Finlandia, pada Rabu (11/7/2018)Zohri mengungguli dua sprinter asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison dengan catatan waktu 10,18 detik. Ini menjadi sesuatu yang fenomenal bagi Indonesia.Sebelumnya, sejak digelar 32 tahun lalu, prestasi terbaik sprinter Indonesia hanya finis di posisi ke-8 dan itu terjadi pada 1986. Kini rekor itu pecah oleh Zohri, atlet Asian Games berusia 18 tahun.Pada lomba 100 meter itu, Zohri unggul 0,4 detik dari Schartz dan Harrison. Zohri bisa tampil di kejuaraan dunia atletik setelah menjadi juara di kejuaraan Asia U-20.Di event ini, Zohri sudah menunjukkan tanda-tanda menang dengan menempati posisi dua pada semifinal dengan catatan waktu 10,24 detik atau terpaut 0,05 detik dari Schwartz. (BLA/RSP/NYP)