Soal Hukuman Persib, Menpora Minta PSSI Jangan Pilih Kasih

5bb30fe277af5 menteri pemuda dan olahraga imam nahrawi 665 374 - Soal Hukuman Persib, Menpora Minta PSSI Jangan Pilih Kasih

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora), Imam Nahrawi meminta, PSSI tidak pilih kasih dalam memberikan sanksi kepada klub sepakbola. Ini menyusul hukuman yang sudah dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Persib Bandung.

Komdis PSSI telah merilis hasil sidang per 1 Oktober 2018, di mana ada 28 hukuman yang diberikan kepada klub-klub Liga 1 dan Liga 1. Persib menjadi tim yang paling banyak mendapatkan hukuman.

Ini tak lepas dari insiden saat melawan Persija Jakarta pada 23 September lalu. Yang mana menewaskan satu pendukung Macan Kemayoran jelang pertandingan di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Alhasil, tim asuhan Mario Gomez itu pun harus menggelar laga kandang di luar pula Jawa hingga akhir musim ini. Serta pertandingan kandang tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.

Selain itu, ketua panpel Persib dan security officer mendapat hukuman dengan larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan selama dua tahun. Belum lagi, ada beberapa pemain andalan Persib yang juga kena hukuman.


Terkait hukuman-hukuman tersebut, Imam mengaku belum membaca hasil sidang Komdis PSSI tersebut. Kendati begitu, ia mengatakan hukuman tersebut harus berlaku kepada siapapun.

“Jadi tidak hanya katakanlah Persib, tapi juga klub-klub lain yang melakukan seperti itu ya harus dihukum setimpal juga. Jangan pilih kasih, itu intinya. Tidak hanya berlaku untuk Persib, jadi klub-klub lain harus mendapat tindakan yang sama,” kata Imam.

“Saya belum tahu alasannya apa, karena saya harus baca kronologisnya dulu sampai temuan PSSI itu seperti apa. Baru kami simpulkan. Karena kami harus memberikan ruang kepada tim yang kami bentuk juga untuk melihat sanksi yang telah dikeluarkan PSSI,” ujarnya menambahkan.

Imam juga paham akan kondisi Persib yang tak puas dengan hasil komdis PSSI tersebut. “Silahkan semua sistem dan mekanisme dilakukan dengan baik, tapi tidak pilih kasih. Itu yang paling penting.” (mus) 

Source link