Strategi BTN Pastikan Layanan Tak Terganggu Usai Gempa Palu

5bb1e54d057a6 warga melintas di area lokasi terkena gempa di petabo palu selatan sulawesi te 665 374 - Strategi BTN Pastikan Layanan Tak Terganggu Usai Gempa Palu

VIVA – PT Bank Tabungan Negara Tbk, memastikan bahwa layanannya segera pulih pada pekan ini di wilayah Sulawesi Tengah, yang terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu. Khususnya, untuk layanan Anjungan Tunai Mandiri atau ATM.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, dengan pemulihan segera terhadap layanan ATM, diharapkan tetap dapat beroprasi sambil melakukan pemulihan gedung kantor cabang. Di samping, sambil mempersiapkan working recovery area atau kantor cabang khusus yang beroperasi melayani nasabah selama menanti pemulihan total dari outlet BTN yang terdampak.

“BTN berusaha semaksimal mungkin yang dapat dilakukan untuk memulihkan layanan perbankan yang dimiliki BTN,” kata dia dalam keterangan resminya, Senin 1 Oktober 2018.

Dia menjelaskan, setelah gempa bumi 7,4 Skala Richter yang disusul dengan gempa lanjutan pada Jumat pekan lalu, tim gabungan BTN langsung diberangkatkan ke lokasi. Selain membawa peralatan dan perlengkapan pendukung untuk memperbaiki system jaringan layanan perbankan agar kembali online, tim juga membawa bantuan bagi karyawan yang terkena musibah.

Dari pantauan tim gabungan BTN tersebut, Maryono mengungkapkan, sejumlah outlet BTN mengalami kerusakan bangunan, yaitu di Kantor Cabang Palu, termasuk Kantor Kas yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika di Kota Palu dan Kantor Cabang Pembantu Syariah di Kota Palu. 

Sementara itu, Kantor Cabang Pembantu di Luwuk tidak mengalami kerusakan. Sedangkan mesin ATM BTN mulai diperbaiki, dari 13 ATM di Sulteng, BTN berhasil memulihkan fungsi ATM di dua lokasi, yaitu di Luwuk dan di KC Palu. 

“Kami mempersiapkan kantor cabang pembantu syariah yang berlokasi di jalan Emmy Saelan di Tatura Utara, Palu Selatan, untuk dioperasionalkan sebagai working recovery area atau semacam kantor darurat untuk melayani nasabah,” ungkapnya.

Maryono juga mengungkapkan, untuk memperbaiki dan memulihkan layanan perbankan, BTN berkoordinasi dengan Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia yang dikoordinasi Pungky Purnomo Wibowo, Otoritas Jasa Keuangan dan dengan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya. Di samping dengan regulator dan perbankan, BTN juga berkomunikasi dengan BMKG, Telkom, PLN, Kepolisian, dan TNI. 

“Pada kondisi saat ini, yang kami ke depankan adalah keamanan dan kenyamanan layanan nasabah. Untuk itu, kami terus berkoordinasi dan bersinergi memastikan layanan perbankan dapat segera pulih,” papar Maryono.

BTN di Sulawesi Tengah, kata Maryono, melayani sekitar 36 ribu nasabah, di antaranya ada sekitar 12 ribu debitur dengan outstanding kredit sekitar Rp1 triliun. Karena itu, dia menegaskan, akan terus memantau keadaan nasabah ataupun debitur BTN yang terkena dampak. 

“Pada prinsipnya, kami siap membantu masyarakat khususnya nasabah atau debitur terdampak. BTN akan mengikuti kebijakan regulator untuk menyikapi dalam penanganan bencana ini,” tegasnya.

Sementara itu, untuk bantuan sosial, dia mengatakan, BTN secara bertahap mengirimkan bantuan berupa makanan, selimut, obat-obatan, pakaian dan lain sebagainya ke Palu dan daerah lainnya. Bantuan tersebut nilainya mencapai sekitar Rp200 juta, yang akan disebar dan dikirimkan secara bertahap. (asp)

Source link

Komentar